0

Ilmu dan Makrifat

Kamis, 19 Juli 2012
Wahai yang tidak aku kenali
ku panjatkan gunung yang tinggi
sangkaku Engkau berada dipuncaknya
namun tidak ku temui Engkau disana.


Lalu aku terjun dari puncak gunung
jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku.


Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku
aku terbang dengan sayap Rahman-Mu
mengembara ke seluruh alam maya
namun tidak kutemui engkau di dalam alam.


Hatiku mengatakan Engkau ada
lalu aku keluar daripada alam
dan aku terjun ke dalam hatiku.


Di sana aku temui kebodohanku
bodohnya aku menyangka akulah aku
sedangkan Dia jualah Aku
dan aku tiada beserta Dia.


Bila aku tiada beserta Dia
tinggalah Dia sendirian
rindulah Dia kepada diriku
lalu Dia terjun ke dalam hatinya
di sana Dia berjumpa aku
Aku menyambutnya dengan tersenyum.
Aku dan Dia
Dia dan Aku
bukan dua dan bukan satu
satu masih berbentuk
masih berjarak titik atas dengan bawah
sedangkan Aku dan Dia
bukan juga titik yang halus
titik yang halus masih menempati ruang
sedangkan Aku dan Dia
tiada rupa tiada bentuk tiada ruang tiada zaman.


Aku adalah Dia
Dia adalah Aku
tiada beda antara Aku dan Dia
bila aku coba mengenali Dia
aku tidak kenal lagi diriku
aku tidak kenal lagi diri Dia
bila dia coba mengenali diriku
dia tidak kenal lagi dirinya
dia tidak kenal lagi diriku.


Tiada lagi kenyataan
tiada juga keghaiban.


Pengenalan sebenarnya adalah tidak kenal
pengetahuan sebenarnya adalah tidak tahu.


Aku adalah rahasia Dia
Dia adalah rahasia Aku
usah diganggu rahasia ini
darul iman
1

Faktor-faktor Pembentuk Tenaga Dalam

Rabu, 18 Juli 2012
tenaga dalam
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya tenaga dalam, yaitu:
1. Pernapasan, didapat melalui proses latihan pernapasan dengan metode tertentu secara teratur dan dalam waktu tertentu
2. Gerak jurus-jurus olah pernapasan, yaitu gerakan-gerakan tertentu yang teratur dimana gerakan-gerakan tersebut diiringi dengan aturan pernapasan
3. Konsentrasi, dengan konsentrasi yang baik sangat berperan penting dalam pembangkitan tenaga dalam, konsentrasi yang baik dapat dilatih dengan bertahap dan kontinu
4. Penghayatan, maksudnya menghayati proses-proses latihan, gerakan-gerakan jurus, dan olah pernapasansupaya benar-benar merasakan getaran-getaran energidari hasil pelatihan
5. Sugesti, maksudnya memberikan sugesti pada diri sendiri sehingga menimbulkan keyakinan dan kepastian tentang adanya tenaga dalam yang terbentuk<pbm>


0

Penyangga Ubudiyah

Selasa, 10 Juli 2012


Seringkali ubudiyah (sifat dan eksistensi kehambaan) kita goyah. Kenapa? Karena tiang-tiangnya tidak kokoh, lalu kita kehilangan kendali, tidak istiqomah, malas, putus asa, dan bahkan su’udzon kepada makhluk dan kepada Allah Swt. Jika tiang penyangga ubudiyah ini tidak kita kokohkan, maka kehambaan kita bisa rapuh. Tiang-tiang penyangga itu antara lain:

Bergantung pada Allah Swt dalam segala hal.
Ridho apa pun yang datang dari Allah Swt, dalam segala hal Kembali kepada Allah Swt dalam hal apa pun.
Selalu butuh kepada Allah Swt, dalam segalanya.
Mengembalikan hati kepada Allah Swt dalam segala hal.
Sabar bersama Allah Swt, dalam menghadapi segalanya.
Memutuskan diri hanya kepada Allah Swt, dalam segalanya.
Istiqomah bersama Allah Swt, dalam hal apa pun.
Menyerahkan hati total kepada Allah Swt, dalam segala hal.
Pasrah segalanya dalam semua hal kepada Allah Swt.

Kita mesti terus besemangat dan terus berjuang, terus berikhtiyar, terus berusaha. Allah Swt telah membuka pintu-pintuNya, dan masih adakah alas an kita untuk enggan memasukinya?

Jika itu yang terjadi pasti tiang-tiang ubudiyah kita telah goyang, bahkan menuju robohnya.

Kita mesti terus berdoa dan memohon kepadaNya, karena kalau bukan taufiq dan ‘inayahNya, langkah kita menuju pintuNya tak akan pernah tiba. Amin.evan




0

Kegunaan Tenaga Dalam

1. Menghancurkan benda-benda keras
Secara ilmiah dapat diterangkan bahwa setelah melakukan latihan-latihan yang terus menerus (perpaduan latihan olah pernapasan dan kekuatan fisik) maka kekuatan dari dalam dapat membentuk lapisan tipis berupa medan energi di sekujur tubuh. Walaupun setiap orang memiliki aura, namun melalui latihan yang intensif aura itu berkembang dan memiliki sifat tersendiri. Jika medan energi ini difokuskan secara serius pada tangan lalu dihentakkan pada benda padat maka medan energi ini akan mempengaruhi stabilitas ikatan molekuler benda atau objek yang akan dipukul atau dipatahkan itu. Labilnya atau melemahnya ikatan molekuler objek tersebut secara otomatis akan merapuhkan daerah yang akan dipukul.
Perlu diketahui, benda mati walaupun sepenuhnya tampak padat, namun sebenarnya energilah yang membentuk molekuler pada setiap benda, yang terdiri dari unsur atom, proton, elektron atau neutron.
Oleh karena itu, bagi mereka yang telah mahir dalam olah napas dan giat berlatih fisik akan menghasilkan tenaga bio elektris yang besar, yang jika digunakan untuk menghancurkan suatu benda tidak perlu dengan pukulan yang keras.

2.Kemampuan Tahan Pukulan
Orang yang menguasai ilmu ini tubuhnya akan tahan dipukul walaupun oleh dua puluh orang, punggungnya tidak akan goyah dihajar oleh balok kayu atau besi, kepalanya sanggup menghancurkan batu bata atau beberapa buah genting. Hampir seluruh tubuh orang yang menguasai ilmu ini begitu keras dan liat, kecuali bagian wajah dan kemaluan, karena dua bagian tubuh ini sangat sulit dilatih untuk bisa tahan pukulan.
Ilmu ini sebenarnya didapat melalui gabungan antara latihan fisik yang keras dan latihan internal yaitu olah napas yang intensif. Tetapi seandainya hanya melakukan latihan fisik saja tanpa diimbangi dengan latihan pernapasan yang baik niscaya organ-organ dalam tubuh tidak akan sanggup terlindungi. Latihan pernapasan yang baik akan membangkitkan tenaga listrik hidup (bio electricity) di seluruh tubuh, medan listrik inilah yang akan membantu melindungi otot-otot luar dan organ-organ dalam tubuh. Itulah sebabnya mengapa kepala orang yang memiliki ilmu ini begitu keras hingga bisa menghancurkan batu bata, padahal di daerah tersebut tidak terdapat otot-otot sebagaimana anggota tubuh lainnya, hal ini disebabkan pancaran medan magnet listrik yang timbul mengalir dan melindungi bagian kepala tersebut.
Perlu diketahui bahwa kemampuan menghancurkan benda-benda keras dan tahan pukulan bukanlah wujud dari tenaga dalam yang sebenarnya, namun kemampuan seperti itu muncul sebagai wujud dari tenaga tertentu yang tidak bisa dikeluarkan kebanyakan orang tanpa melakukan latihan pernapasan serta latihan fisik dalam kadar dan takaran tertentu.

3.Melontarkan Musuh dari Jarak Jauh
Ilmu tenaga dalam jenis ini akan memperlihatkan efektifitasnya jika sipenyerang dalam kondisi emosi atau berniat buruk, jika si penyerang hanya main-main dalam arti tidak sungguh-sungguh emosi maka tidak akan terjadi reaksi. Orang yang memiliki tenaga dalam jenis ini pernapasannya bagaikan suatu magnet yang bisa menarik atau menolak. Jika napasnya diembuskan kuat-kuat maka penyerang yang emosi itu akan terpental jauh, sedangkan jika napasnya disedot kuat-kuat maka sipenyerang akan tersedot pula dengan cepat mendekatinya. Tenaga dalam jenis ini tetap aktif melindungi pemiliknya walaupun orang tersebut diam atau tidak bergerak misalnya dalam kondisi tidur. Wujud tenaga dalam yang dapat melindungi diri terhadap serangan musuh ini berupa cahaya atau aura pelindung. Aura ini merupakan perwujudan dari adanya medan tenaga magnetik (gelombang elektromagnetik) yang memancar dari dalam diri manusia itu. Medan tenaga magnet atau gelombang elektromagmetik ini berasal dari elektron-elektron hidup atau bion-bion rohani yang memiliki angka getaran tersendiri. Angka getaran bion-bion rohani setiap orang berbeda, namun hal ini hanya bisa dideteksi secara waskita (secara kepekaan batin) oleh orang-orang tertentu saja. Wujud aura pelindung ini sama dengan bentuk tubuh manusia dan mengikuti gerak anggota tubuh, buktinya penyerang yang emosi bisa diarahkan ke mana saja sesuai dengan gerak tangan atau kaki dari orang yang memiliki tenaga dalam ini. Secara ilmiah sebenarnya sifat dari tenaga dalam jenis ini sama dengan sifat sebuah logam magnet. Dimana elektron-elektron sebatang logam magnet begitu tertib susunannya sehingga menghasilkan daya magnetik yang mampu menggerakkan logam lainnya. Aura pelindung ini akan menolak semua jenis aura yang destruktif sifatnya seperti aura kemarahan, aura kejahatan. Kondisi aura seseorang yang marah dipengaruhi oleh gelombang dan warna amarahnya. Orang-orang yang peka dapat merasakan gelombang kemarahan seseorang dan dapat melihat warna merah aura kemarahan tersebut. Jadi yang menyebabkan penyerang itu terpental adalah aura destruktifnya bersentuhan dengan aura pelindung. Semakin kuat aura destruktifnya maka semakin kuat juga terpentalnya.<syeh.nam>




0

Tenaga (energi) dalam Tubuh Manusia

Di dalam tubuh manusia terdapat dua unsur tenaga(energi):
1. Tenaga Aeorbik, yaitu tenaga yang dihasilkan kaerna proses pembakaran dari tubuh, yang dipengaruhi unsur oksigen dalam paru-paru. Menurut ilmu biologi, oksigen yang kita hirupmempunyai fungsi untuk pembakaran zat karbohidrat yang ada di dalam tubuh kita guna menghasilkan tenaga atau energi yang akan kita gunakan sehari-hari. Unsur oksigen yang kita hirup masuk ke paru-paru, lalu dari paru-paru oksigen itu terserap kedalam darah yang mengalir keseluruh tubuh, untuk selanjutnya unsur oksigen dalam aliran darah itu merembes ke seluruh anggota tubuh seperti; kulit, rambut, mata dan sebagainya. Semakin banyak oksigen yang masuk ke dalam paru-paru, maka semakin banyak energi yang kita dapatkan.
Pagi hari sekitar pukul 05.30 sampai saat terbitnya matahari merupakan saat-saat unsur oksigen begitu banyak terkandung dalam udara. Oleh karena itulah orang-orang yang berolah raga atau berjalan santai dialam terbuka pada pagi hari merasakan tubuhnya begitu segar dan penuh energi.
2. Tenaga Unaerobik, yaitu tenaga yang dihasilkan dari proses penguraian berbagai senyawa kimia yang terdapat dalam tubuh, misalnya penguraian glikolgen. Tenaga atau energi jenis ini bisa timbul tanpa adanya oksigen, tetapi tenaga unaerobik yang digunakan menghasilkan asam laktat yang akan menyebabkan timbulnya rasa lelah pada tubuh, dan  untuk menetralisir rasa lelah tersebut memerlukan banyak oksigen. Biasanya tenaga unaerobik ini dipergunakan jika seseorang dalam keadaan terdesak, misalnya dikejar anjing dengan secara tiba-tiba ia mampu melompati sungai yang begitu lebar, atau dalam keadaan panik karena rumah terbakar maka ia mampu mengangkat benda yang dalam keadaan biasa tak mungkin terangkat olehnya. Secara psikologis, tenaga unaerobik ini merupakan gerak refleks yang dipengaruhi oleh tindakan fikiran bawah sadar manusia.
Melalui latihan meditasi dan teknik pernapasan yang terprogram, kedua bentuk tenaga diatas yaitu tenaga aerobik dan tenaga unaerobik dapat diperoleh. Teknik pernapasan yang berirama, perlahan dan dalam, berati membantu tubuh untuk memproduksi energi secara optimal. Dengan teknik pernapasan yang baik seseorang dapat dengan sengaja menggunakan tenaga unaerobik tersebut tanpa merasa letih.<syeik.nam>


0

Kekuatan Energi dalam Sistem Pernapasan



Sistem pernapasan adalah hal paling penting dalam hidup dan dapat disebut sebagai “ kekuatan pengendali “ tubuh. Bernapas adalah kehidupan, ia mempengaruhi aspek-aspek fisik, mental, emosional, dan spritual kita. Proses bernapas yang dilakukan untuk mengubah elemen-elemen penting yang diserap menjadi energi paling akhir dan bahan bakar untuk sel-sel tubuh, terdiri dari oksigen pada saat masuk dan karbondioksida saat keluar. Kehidupan seluler dimulai dengan menyerap elemen-elemen yang dibutuhkan dan ini terjadi karena pengaruh langsung ATP (Adenosine Triphospate). Tanpa zat penting ini tak akan ada pusat kekuatan dalam organisme, tak ada energi, dan tak akan ada kehidupan. Se-sel tidak akan mampu berkembang menggantikan atau memperbaiki diri tanpa kehadiran ATP dan napas hidup.

Banyak orang di dunia sekarang ini menderita penyakit karena pernapasan yang tidak benar, kurang berolahraga, nutrisi yang buruk, polusi diri (tembakau, obat-obatan) dan polusi lingkungan. Sel-sel akan lapar oksigen yang merupakan bahan bakar mereka yang utama dan paling penting. Penelitian mengindikasikan bahwa penyakit seperti kanker, jantung, paru-paru dan AIDS dapat di perbaiki secara dramatis melalui pemberian oksigen yang sesuai kepada sel-sel. 
Bernapas dengan baik adalah syarat paling penting dalam hidup sehat. Bernapas dalam-dalam mempengaruhi penampilan anda, cara anda berfikir, perasaan, tingkah laku dan melakukan hal yang menakjubkan pada fikiran, tubuh dan jiwa dengan menyelaraskan dan menyatukan anda dengan energi kehidupan anda yang paling dalam.

Proses pernapasan dikendalikan secara tidak sadar dalam batang otak, terutama oleh medulla. Namun proses ini dapat dipengaruhi oleh cerebral cortex. Emosi yang kuat dapat mengubah tingkat pernapasan, dengan irama pernapasan menjadi salah satu indikasi fisik yang paling jelas dari keadaan emosional dan mental seseorang. Saat merasa ketakutan, seseorang akan berhenti bernapas sesaat. Bila marah, napas menjadi sesak dan tak beraturan. Gangguan lainnya dapat direfleksikan, seperti terisak saat sedih, menghela napas atau terengah-engah karena ketakutan.

Bernapas adalah perantara strategis antara fikiran dengan tubuh. Napas adalah pembawa kesadaran dan energi. Bernapas adalah satu-satunya proses fisiologis yang disadari atau tidak disadari. Seringkali kita mengambil napas kehidupan dari “Pemberi Kehidupan” begitu saja. Bagaimanapun belajar untuk bernapas dengan sadar dan sengaja dapat menjadi kunci untuk menguasai emosi sekaligus fikiran. 
Sejumlah tehnik pernapasan telah diwariskan turun temurun selama berabad-abad dan telah menjadi bagian integral praktek meditasi sufi. Seorang penganut sufi pernah berkata “Semua mengandung Napas Ilahi, seperti hari ketika fajar menyinsing”.

Bernapas adalah adaptasi terbesar pertama yang dilakukan bayi baru lahir saat pertama kali menghirup udara. Kita datang ke dunia ini karena napas dan kita meninggalkan dunia juga karena napas. Bila anda mengamati seorang bayi yang sedang tidur, anda akan melihat perut yang mengembang dan mengempis, tulang rusuk yang membesar dan berkontraksi dan pernapasan menjadi amat mudah. Sebaliknya, kebanyakan orang dewasa bernapas dengan pola yang dangkal tak beraturan akibat akumulasi tekanan emosional dan fisik serta ketegangan yang merasuk ke dalam tubuh selama bertahun-tahun. Kebanyakan kita menyimpan ketegangan ini dalam otot-otot dada, bahu, punggung, leher, dan muka, semua daerah yang membantu pernapasan. Tekanan ketegangan dan pernapasan yang dangkal membatasi aliran bebas energi dan oksigen alami masuk ke dalam semua bagian tubuh.

Untuk mengambil manfaat yang maksimal dari pernapasan, sangatlah penting mempelajari tehnik pernapasan yang benar. Meditasi, konsentrasi, biofeedback (umpan balik hayati), pengurangan stres dan rasa sakit, serta relaksasi, semua itu menekankan pernapasan yang benar untuk mencapai efektivitas penuh dari tehnik ini. Bernapas yang dalam dan terkendali membantu tubuh mengubah udara yang kita hirup menjadi energi dan bahan bakar untuk kesejahteraan manusia seutuhnya. Bernapaslah untuk kehidupan dan kesehatan yang lebih baik.

Pada tingkat mental, latihan pernapasan sangat membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi, memperbaiki kejernihan fikiran dan menyeimbangkan kegiatan kedua belahan otak. Kedamaian atau gangguan pada fikiran sangat tergantung pada kondisi sistem pernapasan dan pada pusat kehidupan di dalam jantung. Dalam mempelajari pernapasan dengan benar kita dapat memperoleh kendali dan keseimbangan hidup.

Pada tingkat spritual, bernapas sangat penting untuk membersihkan dan memurnikan sel-sel dan sistem syaraf. Napas membawa sifat Ilahiah dari jantung dan lebih dari sekedar udara dan oksigen. Bernapas merupakan aktivitas Tuhan dalam diri kita dan tempat utama kekuasaan dan kewenangan. Dalam kisah penciptaan, Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dari berbagai unsur dan meniupkan kehidupan ke dalam tubuh. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hijr : 28-29 : “ Dan ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan meniupkan kedalamnya ruh-Ku, maka bersujudlah kamu kepadanya “.

Allah telah meniupkan napas kehidupan dalam diri kita, dan berkat itulah karunia Ilahi terus diwariskan. Ambil napas yang dalam beberapa kali melalui hidung dan dengarkan suara hembusan napas anda dengan hati-hati, hembuskan lewat mulut. Apakah anda mendengar suara HU ? Dalam bahasa Arab kata HU berarti DIA, mengacu pada Tuhan. Suara itu adalah do’a tanpa kata-kata, pengingat yang konstan tentang siapa kita dan milik siapa kita.

Bernapas adalah benang Ilahiah dan pengalaman semesta yang paling tinggi. Setiap diri kita adalah saluran untuk kebaikan yang ingin diwujudkan Tuhan. Melalui pernapasan, kita dapat membawa sistem tubuh kita menuju keseimbangan, keselarasan, dan kesatuan.


Berdasarkan teori ilmu Biologi, fungsi paru-paru untuk menghirup udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan sisa pembakaran dalam tubuh (oksidan), ternyata mempunyai kedudukan vital pada berbagai sistem kerja organ tubuh lain. Misalnya aliran darah, cepat atau lambatnya dapat dipengaruhi oleh sistem kerja pernapasan, demikian pula irama denyut jantung dan gerak meremas lambung manusia, bahkangerak peristalistik usus manusiapun sedikit banyak akan dipengaruhi oleh kondisi kerja pernapasan (sistem resfirasi).
Sesudah manusia sanggup mengontrol sistem kerja pernapasannya, dengan latihan lebih lanjut ia bisa juga mengontrol sistem kerja nadi dan pembuluh darah, berarti juga mengontrol sistem kerja peredaran darah. Pada tingkat berikutnya manusia dapat mampu mangontrol sistem kerja usus, lambung, dan juga jantung.
Selain cara kerja paru-paru dalam sistem pernapasan, ada yang perlu diketahui karena hal ini berkaitan dengan pernapasan dan meditasi yaitu :

Sistem Syaraf Otonom ( SSO )

Sistem Syaraf Otonom (SSO) yang merupakan organ internal manusia bekerja dengan sendirinya tanpa dikendalikan oleh otak manusia.
Sistem Syaraf Otonom (SSO) terbagai atas sistem syaraf simpatis dan sistem syaraf parasimpatis (vagus), keduanya bekerja secara berlawanan terhadap aktivitas organ dalam tubuh seperti jantung, paru-paru, pembuluh darah dan sebagainya.
Sistem syaraf simpatis terutama berfungsi untuk menghadapi keadaan darurat seperti : ketakutan, marah, emosi dan sebagainya, yang akan membuat fikiran dan badan menjadi tegang (stress), sehingga membutuhkan banyak tenaga (energi). Sebaliknya, sistem syaraf parasimpatis berfungsi untuk meredakan keadaan darurat tersebut menjadi tenang kembali dan bersifat hemat energi.

Meditasi mempunya peranan untuk menyeimbangkan fungsi sistem syaraf yang bekerja secara otonom tersebut, dimana kondisi meditatif akan menekan kerja sistem saraf simpatis dan mumbuat pengaruh sistem syaraf parasimpatis menjadi dominan, yang berakibat penghematan energi atau mengembalikan vitalitas energi tubuh manusia dengan cepat.<syeik.nam>





0

Meditasi



Meditasi dapat digambarkan sebagai cara ilmiah untuk mendekati diri kita melalui penjelajahan ke dalam diri dan kesadaran diri . Sebuah proses menenangkan fikiran dan menemukan esensi sejati kita, sifat Ilahi dalam diri, diri yang lebih tinggi, jiwa, atau ke’arifan batin dan semua pengetahuan. Sebuah proses perkembangan untuk menjadi manusia seutuhnya. Pada tingkat yang paling universal meditasi adalah proses mengubah dan memperluas kesadaran dan akhirnya mencapai keadaan obsolut/mutlak, kesadaran yang tanpa penilaian. Secara umum meditasi diartikan sebagai upaya pengendapan fikiran, dan perasaan untuk mencapai titik hening.

Meditasi dalam istilah yoga (India) biasa disebut dyhyana, dalam tradisi Cina disebut siu lian, sedangkan dalam bahasa sansekerta disebut samadhi (semedi), di dalam tradisi Islam (thasawwuf) istilah meditasi dapat disebut tafakkur atau khalwat. Dalam bahasa Inggris kata meditation adalah kata benda, sedangkan kata kerjanya “meditate” yang berarti “to thing deeply about something”. Di dalam The Encyclopedic Dictionary of Psychology tercantum bahwa meditation berarti “the practice of mind, thought, attitude or psychophysiological transformation generally in the context of some spritual tradition”. Di dalam kamus Harraps Standard Leaners English Dictionary tercantum bahwa meditation berarti “ Long and deep thought (often of a relegious nature “.

Menurut Sri Mulyana Hartono, pendiri dan pelatih Prana Meditasi Group, Meditasi adalah salah satu upaya penjernihan batin, yakni pengendapan alam fikiran serta pengendapan alam rasa dan emosi untuk menciptakan ketenangan batin.

Menurut B. Sidartanto Buana Jaya, Meditasi adalah proses relaksasi dan harmonisnya fisik dan pshikis dalam tingkat kesadaran yang tertinggi.

Menurut Joesoef Sou’yb, Meditasi adalah pemusatan ingatan dan fikiran kepada tujuan hingga tercapai ekstase (alfana), yaitu tercapainya rasa hening/sunyi yang luar biasa atau sirnanya fikiran, perasaan atau kesadaran ke dalam kebesaran Zat Allah.

Dalam meditasi, anda hanya memberikan waktu kepada diri anda sendiri untuk rileks, santai beberapa saat, diam, tidak berfikir, tidak tertidur atau bermimpi, tetapi cukup merasakan diri sendiri (getaran-getaran tubuh dan apa saja yang sedang dialami tubuh), kosong, hening, tetapi penuh kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan. Jadi secara singkat, meditasi dapat didifinisikan sebagai “suatu upaya untuk mencapai relaksasi total”.

Konsentrasi dan kesadaran adalah dua langkah dasar menuju meditasi. Dalam konsentrasi diusahakan untuk memusatkan perhatian pada sebuah persepsi tunggal dan terus menerus membawa fikiran yang berkelana kembali keobjeknya. Sedangkan kesadaran adalah sebuah tehnik dimana fikiran mengamati dirinya sendiri.



MANFAAT MEDITASI

Apabila Meditasi dilaksanakan secara baik dan teratur maka akan berfungsi sebagai ;

1. Mengurangi bahkan menghilangkan stress
2. Merasakan kedamaian dan keharmonisan
3. Memiliki energi lebih besar dan vitalitas yang lebih baru
4. Keseimbangan emosional dan mental
5. Melepaskan ketegangan dan relaksasi
6. Peningkatan kesadaran spritual
7. Untuk penyembuhan baik penyakit jasmani ataupun rohani.

Ketahuilah bahwa “Kedamaian” tidak akan pernah bisa ditemukan di luar tubuh kita, namun ia hanya akan ditemukan di saat kita belajar mengendalikan tubuh fisik, mental dan emosional kita
BAGAIMANA BERMEDITASI

Pertama-tama anda harus mencari dan menciptakan tempat khusus untuk diri anda melakukan meditasi dimana anda bisa duduk dengan tenang tanpa diganggu orang lain, binatang peliharaan, atau telpon (untuk sementara waktu putuskan dahulu hubungan dengan dunia luar). Untuk menghindari pemborosan energi ke dalam bumi usahakan jangan duduk langsung menyentuh tanah. Bermeditasilah pada waktu dan tempat yang sama setiap hari. Pagi sebelum mata hari terbit, atau senja hari atau tengah malam dianggap waktu yang baik untuk bermeditasi. Melaksanakan meditasi cukup 20 sampai 30 menit setiap hari secara teratur maka akan memberikan hasil. Sikap duduk yang benar adalah bersila, atau duduk dengan bertumpu pada tumit anda atau berbaring telentang dengan lurus. Yang penting adalah menjaga tubuh agar tetap lurus dengan tulang punggung/tulang belakang tegak. Lepaskan seluruh harapan dan duduklah tanpa melakukan apapun (dalam keadaan tenang dan hening). Ingat… sebelum memulai meditasi jangan lupa berdo’a kepada Sang Pemberi kehidupan yaitu Al-Kholiqul-a’la.