0

Memahami Sehat dan Sakit

Selasa, 10 Juli 2012

"Dan Allah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi orang-orang yang berfikir." (Q.S. 45 : 13)

Apakah kesehatan itu ? Apabila kita membicarakan organisme manusia dalam masalah kesehatan, maka pertama kali kita harus memahami beberapa masalah yang terkait. Apakah manusia itu ? Bagaimanakah ia diciptakan ? Bagaimana ia bertahan dalam kehidupannya ? Dan apakah tujuan hidup manusia ? Tanpa memahami jawaban tersebut kita sulit untuk dapat mengenal jenis kesehatan yang seharusnya kita usahakan. Karena tanpa kreteria yang tepat tentang manusia, bagaimana mungkin kita dapat mengatakan apakah kita sakit ataukah sehat ?. Karena sesuatu yang dirasakan baik tidak selalu berarti keuntungan bagi kita. Sebaliknya, pada saat kita terlihat sakit, kita tidak dapat menganggap pengalaman itu sebagai hal yang buruk, kecuali jika memahami bagaimana dan apa akibat-akibat yang akan terjadi dari kondisi seperti ini.

Imam Ghazali ra, mengatakan : Rasa sakit merupakan salah satu bentuk pengalaman yang dapat membawa manusia pada pengetahuan Allah, seperti yang difirmankan Nya “Keadaan sakit adalah kehendak-Ku yang aku berikan bagi hamba-hamba Ku yang terpilih”.

Jadi kita tidak perlu menganggap sakit sebagai musuh kita, lebih baik kita menganggapnya sebagai suatu kejadian, suatu mekanisme tubuh, yang akan membantu kita membersihkan , mensucikan dan menyeimbangkan aspek fisik, emosi, mental dan spiritual. Dengan pandangan seperti ini maka berbagai jenis rasa sakit yang membuat kita menderita, adalah sahabat yang akan membuat tubuh kita mampu membersihkan efek samping metabolisme yang bersifat meracuni dan memang tidak diperlukan oleh tubuh kita.

Ketahuilah bahwa setiap kerja alamiah tubuh manusia merupakan suatu keadaan yang terjadi dengan sendirinya, suatu mekanisme yang memungkinkan tubuh menyenbuhkan dirinya sendiri. Tidak ada tumbuhan, makanan atau substansi dan prosedur yang dapat melakukan penyembuhan di dalam tubuh, semua itu hanya membantu tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri. Seperti ; jika jari teriris pisau, bukan jahitan, pembalut atau iodium yang menyebabkan jari anda sembuh, akan tetapi kulit itu sendiri yang melakukan penyembuhan.

Apabila memikirkan keadaan sakit, pertama kali kita selalu memikirkan adanya luka atau rasa sakit akut sebagai penyebabnya. Akan tetapi sekarang banyak orang mulai menyadari bahwa aspek lain, yaitu mental, fikiran dan perasaan kita dapat menjadi tidak seimbang dan menimbulkan rasa sakit dan penderitaan, walaupun secara klinis tidak ada yang salah dengan fisik kita..<syeh.nam>.






0

Ilmu dalam Islam

1. Tiada ilmu yang baik dan benar jika ilmu tersebut bertentangan dengan ajaran Islam dan aqidah Islam.
2. Jika anda ingin meraih manfaat dan berkah ilmu yang anda pelajari, lakukanlah hal-hal sebagai berikut :
• Hormati, muliakan dan taatilah aturan-aturan Guru yang memberikan ilmu tersebut sejauh tidak bertentangan dengan Ajaran Islam.
• Hargai ilmu tersebut dengan cara menghormati dan memuliakannya.
• Amalkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan jadikanlah ia bagian dari kehidupan.
• Yakini ilmu tersebut dengan seyakin-yakinnya.
3. Kejarlah serta utamakanlah ilmu yang dapat menghantarkan kepada keselamatan di dunia dan akhirat.
4. Hiasilah diri anda dengan akhlak-akhlak ataupun perbuatan-perbuatan yang terpuji (akhlaqulkarimah), karena salah satu ciri orang yang berilmu ialah bersikaf tawadhu’ dan berakhlaqulkarimah.
5. Jadilah anda orang yang berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara, karena Rasulullah SAW bersabda : Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi yang lainnya.
6. Berusahalah selalu untuk memperbaiki diri dengan meningkatkan kualitas iman dan taqwa karena dengan itulah anda akan dipandang mulia di sisi Allah SWT.
7. Berusahalah selalu untuk meningkatkan dan memperbaiki ibadah-ibadah, dzikir, ilmu pengetahuan baik yang menyangkut masalah keduniaan lebih-lebih yang menyangkut masalah akhirat.
8. Jangan melakukan perbuatan - perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama dan perbuatan - perbuatan yang merusak aqidah Islam.
9. Luruskan niat dalam segala hal dan apa yang dibuat semata-mata mencari keridhoan Allah (Ilaahii Anta Maqshuudhii Wa Ridhooka Mathluubii).
10. Rajin-rajinlah berlatih secara tekun (sungguh-sungguh), istiqomah dan penuh keyakinan.
Semoga Allah selalu membimbing anda ke jalan yang lurus dan selalu menaungi dengan rahmat-Nya sampai akhir hayat. Dan semoga Allah menggolongkan anda dalam barisan orang-orang yang selamat di dunia dan akhirat. Amin yaa rabbal ‘alamin. <seh.nam>
0

MEDITASI JANTUNG


1. Duduklah bersila atau berbaring dengan punggung dalam posisi yang nyaman dan tu lang belakang anda lurus serta tubuh yang rileks.

2. Pejamkan mata dan mulailah mengambil napas perlahan dan dalam melalui hidung, tahan sejenak, lalu hembuskan melalui mulut secara perlahan dan halus. Gunakan waktu beberapa saat untuk mengatur pernapasan anda ini.

3. Kenali jantung anda, ukurannya, lokasinya dan sensasinya. Letakkan tangan anda di jantung dan cobalah rasakan debarannya. Konsentrasikan seluruh kesadaran anda pada jantung anda, tenggelam semakin dalam dan makin dalam menuju esensi keberadaan anda dalam setiap napas. Ambil napas dalam-dalam serta lembut dengan energi penyembuhan dari jantung anda, sebagai berikut :
- Hiruplah napas dengan kegembiraan, hembuskan segala kesedihan.
- Hiruplah napas dengan keberanian, hembuskan segala rasa takut.
- Hiruplah napas dengan kebaikan, hembuskan segala kejahatan.
- Hiruplah napas dengan cinta, hembuskan segala kebencian.
- Hiruplah napas dengan kedamaian, hembuskan segala kekesalan atau rasa marah.
- Hiruplah napas dengan cahaya, hembuskan segala kegelapan.

4. Rileks dan bernapaslah ke dalam jantung, rasakan jantung terbuka dan melebar untuk menerima berkah eksestensi/keberadaan. Cintailah dan terimalah diri anda apa adanya, serta bersyukurlah atas karunia yang dianugerahkan Sang Pencipta terhadap diri anda. (sheh_nam)
0

Istilah-istilah Ilmu Paranormal

Kamis, 05 Juli 2012
Arti paranormal menurut bahasa yaitu 'para'(Yunani) artinya cacat atau salah, alias ganjil. Tetapi dalam bahasa Inggris 'para' dapat pula diartikan 'melampaui' atau 'berada di luar'. Oleh sebab itu arti paranormal adalah segala keadaan atau kemampuan yang 'melampaui'(para) 'kewajaran'(normal). Dalam konteks manusia, paranormal adalah kemampuan yang sulit dijelaskan dengan logika hukum sebab akibat biasa, sehingga digolongkan super(diatas) natural(alamiah), alias gaib. Orang-orang yang memiliki kemampuan paranormal sering disebut sebagai orang yang memiliki 'indera ke enam', sebab kemampuan mereka itu, tidak dapat ditangkap oleh kelima indera biologis biasa. ilmu paranormal dapat dikelompokkan menurut fungsinya ke empat cabang:

1. Clairvoyant
Clairvoyant adalah kemampuan melihat objek tersembunyi atau peristiwa yang sedang terjadi ditempat lainyang sangat jauh. Banyak sekali laporan yang mengungkapkan adanya orang yang memiliki kemampuan melihat sesuatu yang tersembunyi diruang tertutup, membaca dengan mata tertutup, atau mengetahui kejadian yang terjadi di tempat lain




2. Psychokinetis
Psychokinetis adalah kemampuan mengendalikan dan /atau menggerakkan benda dengan kekuatan pikiran. Jelasnya, mampu menggerakkan, memindahkan, atau menahan benda bergeraktanpa menyentuh benda bersangkutan. sinonim kemampuan ini adalah telekinetis(tele=jauh, kinetis=gerak), yang di Indonesia biasa disebut tenaga dalam.


3. Telephathy
Telepathy diartikan sebagai kemampuan untuk berkomunikasi lewat pikiran atau kemampuan membaca pikiran orang lain. Berkomunikasi lewat pikiran, sesuai dengan makna komunikasi, adalah pertukaran informasi antara pengirim dan penerima. Kemampuan membaca pikiran adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang dipikirkan, misalnya tentang apa yang akan dilakukan seseorang. Ada juga yang menyebutkan bahwa mind control(mengendalikan pikiran) untuk tujuan cuciotak(brain wash) adalah salah satu kemampuan dari cabang telepathy ini


4. Precognition
Precognition artinya mengetahui sebelum melihat. jika pengetahuan itu dinyatakan atau diungkapkan secara lisan atau tertulis maka ucapan atau tulisan itu disebut ramalan. Ramalan sendiri diartikan sebagai uraian yang menyatakan akan terjadinya sesuatu di kemudian hari. Berdasarkan pengertian tersebut  maka ada perbedaan makna yang jelas antara keduanya. Precognition tidak dapat disebut ramalan sepanjang pengetahuan itu dinyatakan, sedangkan ramalan tidak selalu hasil prekognisi. Ramalan bisa saja dari hasil duga-duga atau tebakan. Prekognisi lebih berkonotasi gaib, dan hanya dimiliki orang-orang khusus, yaitu orang yang memiliki kemampuan para normal<kk> 


0

Mengingat Mati

Selasa, 03 Juli 2012

MENGINGAT MATI

Ketakutan akan kematian adalah hal yang lumrah terhadap setiap orang, karena kematian sebuah akhir kehidupan yang dapat melenyapkan kehidupan dengan jalan yang berbeda. Dan penyebabnya pun bisa bermacam-macam, entah itu karena bencana alam, atau sebab dari diri kita sendiri. Seperti sakit, terlalu lelah, atau sedang tidur. serta disebabkan kecelakaan.

Dimanapun kematian itu pasti akan datang dan pasti semua orang akan merasakannya. Namun tanpa diketahui kapan dan dimana, serta dengan cara apa kematian itu akan datang.

Allah swt berfirman :
." Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui [dengan pasti] apa yang diusahakan besok. Dan tiada seorangpun dapat mengetahui dibumi mana ia akan mati ." [QS Al Lukman : 34]

." Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh ." [QS An Nisa : 78]

Firman Allah swt diatas merupakan suatu ungkapan agar kita memahami kematian pasti akan datang dan lebih dari itu supaya kita mempersiapkan diri dalam menghadapi kehidupan yang akan datang dikampung akhirat kelak.

Bekal apa yang akan kita bawa ? Karena segala sesuatu yang kita kerjakan didunia ini akan diminta pertanggungan jawab atas perbuatan dan juga mendapatkan ganjaran pahala juga menanggung siksa.

Sebagaimana firman Allah swt :
." Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya [dengan berfirman] : " Sungguh Aku tidak menyia-nyiakan permohonan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan, karena sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain ." [QS Ali Imran : 195]

," Barang siapa mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan. Sedang ia orang beriman , maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun ." [QS An Nisa : 124]

Meski dunia dimana kita tinggal bak fatamorgana dimana didalamnya penuh keindahan, ujian dan rintangan yang akan menjadikan kita mencari kesenangan karena terpesona dengan racunnya. Sehingga menjadikan kita orang bodoh dan lalai akan hakikat kehidupan yang fana ini dan menjadikan dunia tujuan akhir kita.

Ataukah kita mampu menahan diri , menjalani hidup dengan bijak agar kita mampu mencapai tujuan hakiki kehidupan ini. yakni kembali kepada Ilahi dengan hati yang tenang.

Allah swt berfirman :
." Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan ." [QS Ali Imran : 18]

," Tiap -tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenar-benarnya]. Dan hanya kepada kami lah kamu dikembalikan ." [QS Al Anbiya : 35 ]

Dan sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas ra. :
."Kami [Allah swt] menguji kamu dengan kesusahan dan kemudahan, kesehatan dan sakit, keadaan kaya dan miskin dengan halal dan haram, dengan ketaatan dan kemaksiatan. Supaya kamu lihat bagaimana syukurmu [kepada Kami] dan kesabaranmu [Dan kepada kamilah kamu akan kembali]. maksudnya kamu tidak akan kembali kepada selain Kami, Kemudian Kami akan membalas semua amal-amalmu.

Kematian adalah suatu misteri dalam kehidupan didunia ini dan setelahnya, boleh jadi rahasia-rahasia itu supaya menjadi hikmah bagi kita. Maka diperlukan terus menerus introspeksi dan menjaga diri agar periode selanjutnya dalam kehidupan ini terjaga dari perbuatan dosa serta tidak menganggap remah kejahatan atas diri kita. Dengan mengingat kematian menjadikan kita hidup dalam keseimbangan menggapai dunia juga akhirat , dan tidak menghabiskan umur untuk bersantai-santai kerana kehidupan ini dalam setiap menit dan detiknya diperhitungkan , hingga sebesar biji sawipun.

Allah swt berfirman :
." Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun , niscaya dia akan melihat [balasan]nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun , niscaya dia kan melihat [balasan]nya pula ." [QS Al Zalzalah :7-8]

Para sahabatku . . . walau hasil dan nilai yang didapatkan diiakhirat itu sesuai dengan amal ibadah yang kita kerjakan didunia , dan yang kita lalui dengan cobaan dan ujian , namun bukan berarti kita harus mati-matian hanya beribadah dan mengabaikan hidup didunia ini. Karena dalam hal ini Islam mengajarkan kita mengambil jalan [sederhana] ,

sebagaimana sabda Rasulullah saw:
." Orang yang paling baik diantara kamu bukan orang yang meninggalkan dunia karena akhiratnya, dan bukan pula orang yang meninggalkan akhirat untuk dunianya. Akan tetapi orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang mengambil dunia dan akhirat kedua-duanya ." [Al Hadist]

Para sahabatku apapun yang kita usahakan tidak lain adalah untuk mempersiapkan kematian kita, merupakan suatu pelajaran dalam mencapai kehidupan yang abadi, yakni dengan tetap istqomah beramal shaleh, berkepribadian lurus, kesadaran akan hakikat keberadaan kita. Dan semoga Allah memberikan taufik dan hidayah dalam kehidupan kita . Dan membimbing kita dalam kematian yang indah yaitu Husnul Khatimah . . . semoga Allah swt senantiasa merahmati kita semua . . .Amiin . .

0

Intropeksi Diri


Pujian dan celaan adalah bagian dari romantika kehidupan manusia. Hari ini kita mendapat pujian mungkin besok kita mendapat celaan. Bagi seorang yang bertauhid, pujian maupun celaan dianggap sama saja. Ia tidak akan lupa diri karena di puji dan rendah diri karena dicela. Setiap pijian maupun celaan senantiasa dikaitkan dengan ridho Alloh.

"Mencintai pujian manusia bisa membuat seseorang menjadi buta dan tuli " ( H. R. Dailami )

Jika celaan yang ditujukan orang, itu sesuai dengan keadaan kita yang sebenarnya, bersyukurlah atas celaan itu berarti peringatan atas kesalahan kita. Hal ini menjadi pendorong bagi kita untuk memperbaiki kesalahan kita waktu itu juga. Dengan demikian celaan itu berarti rahmat dari Alloh.

Jika Celaan yang ditujukan orang, itu tidak sesuai dengan keadaan kita yang sebenarnya, maka celaan itu berarti suatu fitnah dan ghibah (menggunjing) atas diri kita. Itu berarti dosa kita akan semakin berkurang, dan kebaikan kita semakin bertambah.

"Sesungguhnya tatkala catatan kebaikan seseorang dibukukan kepadanya, orang itu berkata. "Mana kebaikan-kebaikan ( yang pernah saya lakukan ? ). Mengapa tidak ada dalam catatan amal ini ? . Maka dikatakan kepadanya " Kebaikan itu sudah dihapus karena kamu suka menggunjing seseorang " ( Al Hadist )

Merasakan hakikat sesuatu celaan itu dengan sudut pandang ukhrawi. Sadarilah bahwa sakitnya dihina orang hanyalah dalam pandangan dan perasaan duniawi.

Kalau penghinaan itu ditujukan kepada agama yang kita junjung keagungannya ( Islam dan Nabi Muhammad SAW ), dengan cara apapun kita wajib merasa sakit hati, bahkan wajib mengajukan pembelaan dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri kita.














1

Cara Sederhana Melihat Warna Aura Orang Lain

Senin, 02 Juli 2012








Cara sederhana melihat warna aura orang lain:
1. Keduanya duduk bersila dan rileks sambil mengendorkan otot-otot tubuh
2. Lawan kita (orang yang ingin kita lihat auranya) menarik nafas, tahan dan keluarkan (ulangi 3 kali dan waktu menahan sekitar 10-15 detik) dan pandangan mata kita fokuskan (konsentrasikan) ke arah wajah/kepala orang tersebut
3. Jika sudah siap (melihat aura) secara bersamaan lakukan tarik nafas dan tahan
4. Pada saat lawan (orang yang ingin kita lihat auranya) menahan nafas, kita menyalurkan energi yang kita tahan tadi melalui tulang belakang sampai ke mata dan titik mata batin (titik diantara mata/di atas pangkal hidung) sambil memfokuskan pandangan kita di sekitar wajah/kepala lawan kita. Insya Allah dalam hitungan 5-10 detik maka anda akan melihat warna-warni dari sinar aura orang tersebut.


NB: -sebelum melakukan praktek ini latih dulu konsentrasinya minimal 1 minggu
- perbanyak baca literatur yang berkaitan dengan aura <pbm>